Labels

Sabtu, 01 September 2012

Mencari Jati Diri

Looking For My Self
Jati diri bisa diartikan sebagai sifat kekokohan yang ada dalam diri seseorang. Ada apa dengan kekokohan? Kekokohan di sini memiliki artian yang jelas tentang kepribadian kita. Kadang kala sebagian orang lupa akan pribadinya sendiri sehingga tanpa sadar mereka telah berubah. Terus apa hubungannnya dengan mencari jati diri?
Mencari jati diri tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita, apa tujuan kita hidup di dunia ini dan bagaimana sikapkita terhadap sekeliling kita?
Kenapa hal ini perlu?
Jelas... karena dengan begitu kita bisa mengerti diri kita dan secara otomatis permasalahan-permasalahan yang ada di depan kita bisa kita atasi. Jati diri juga berguna untuk kita dalam melatih mental kita. Semua masalah yang datang tidak akan berarti bila kita sudah tahu siapa jati diri kita. Nah... dalam hal ini tidak ada kata terlambat. Sesering mungkin kita mencari jati diri kita semakin sabarlah kita menghadapi suatu masalah.
Bagaimana cara kita mencari jati diri?
Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan dan itu tergantung pada pribadi kita masing-masing. Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan, antara lain :
1. Renungkan
Pasti sudah banyak orang yang melakukan hal ini. Merenung adalah cara yang baik untuk mencari jati diri kita. Dengan memberikan pertanyaan kepada diri kita sendiri adalah sangat berguna untuk membantu kita dalam mencari jati diri. Apa yang perlu kita tanyakan? Oke... diawali dengan pertanyaan “Siapa aku? Apa aku ini? Apa tujuan aku hidup? Bagaimana aku esok?” dan seterusnya. Tapi sering kita liat beberapa orang yang melupakan pertanyaan itu dan terlintas perkataan yang mengatakan “Hari ini ya hari inidan besok adalah besok, so nikmatilah hari ini dan besok kita pikirkan besok.” Ga ada salahnya sih... tapi ada sedikit kekeliruan. Ingat bahwa hidup bukan untuk kesenangan belaka!
2. Bercerminlah
Ingatlah bahwa apa yang kita lakukan tidak selalu benar menurut orang lain. Kita perlu mawas diri, ‘bercermin’. Setiap tindakan kita perlu kita kontrol. Bayangkan dalam satu hari kita melakukan gerakan tubuh lebih dari 10.000 kali dan itu termasuk gerakan yang kita sadari dan tidak disadari. Di setiap gerakan tersebut, mungkin saja membuat sesuatu yang tidak terduga terjadi. Makanya kita perlu bercermin untuk kebaikan kita sendiri.
3. Bersikap lapang dada
Dalam mencari jati diri kita perlu bersikap lapang dada, menerima kenyataan. Ingat kejujuran tanggapan seseorang terhadap diri kita sangatlah berguna walaupun terkadang itu menyakitkan hati kita.
Hal-hal di atas belum semua mencakup apa tindakan yang perlu kita lakukan dalam mencari jati diri. Selebihnya kita perlu belajar dari pengalaman karena pengalaman merupakan guru yang baik “tolong jangan dijadikan sebagi wacana saja!” Terapkan semua itu. Itu akan memberikan suatu nilai yang istimewa untuk kita sendiri.
Masa remaja adalah masa yang paling sulit dan berat. Masa inilah kita akan menentukan masa depan. Apalagi di era globalisasi dan zaman yang terus berubah. Banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi. Karena itulah, di saat seperti ini kita mulai belajar mencari jati diri. Ternyata, soal cari-mencari jati diri itu nggak mudah. Saat mencari jati diri, jangan pernah takut untuk melakukan trial and error.
Mencoba dan mencobalah terus. Bila kamu tengah mencoba sebuah pilihan, jangan pernah merasa takut gagal dan salah. Nggak Cuma itu, saat mencari jati diri kita juga harus mau bertanggung jawab pada diri sendiri. Jangan salahkan orang lain bila kamu gagal. Lakukanlah refleksi!
Lewat refleksi itulah, kita dapat mencari kekuatan dan potensi yang ada pada diri sendiri. Hasilnya, kita bakal bisa menimbang ke mana sebenarnya pilihan dan minat hidup kita. Saat mencari jati diri, gunakanlah teman sebagai basis untuk pencarian jati diri. Lewat jalan coba dan mencoba yang juga dilandasi tanggung jawab, maka perlahan tapi pasti kita bisa menemukan jati diri itu. Selamat menemukan diri sendiri.

0 komentar

Posting Komentar